Di tengah pesatnya perkembangan bisnis di Kalimantan Tengah, nama Anto Sastrowiyono selalu menjadi perbincangan inspiratif. Lelaki sederhana yang membangun Anto Printing dari awal dengan penuh tantangan, kini telah membuktikan bahwa tekad, kerja keras, dan inovasi dapat membawa kesuksesan di dunia usaha percetakan.
Anto Sastrowiyono lahir dan besar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sejak kecil, hidup Anto penuh cerita perjuangan. Ia berasal dari keluarga yang hidup sederhana, ayahnya adalah buruh harian dan ibunya membuka warung kecil di rumah. Setelah lulus SMA, Anto tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Ia memutuskan untuk bekerja serabutan demi membantu ekonomi keluarga.
Keputusan itu menuntunnya mengenal dunia percetakan. Awalnya, Anto bekerja di sebuah percetakan kecil di Palangkaraya sebagai staff umum. Ia kerap membantu mulai dari mengantar hasil cetakan ke pelanggan hingga membersihkan mesin. Dari sana, Anto belajar proses produksi, pengelolaan bisnis, serta pentingnya pelayanan pelanggan. Dalam kurun waktu 4 tahun, Anto memahami seluk-beluk bisnis percetakan hingga akhirnya tergerak untuk memulai usaha sendiri.
Pada tahun 2012, Anto memberanikan diri membuka Anto Printing dengan modal tabungan dari hasil bekerja dan pinjaman dari saudara. Anto menyewa sebuah kios kecil di pinggiran kota Palangkaraya, lengkap dengan satu mesin printer bekas, komputer tua, dan beberapa alat tulis. Dengan antusias, Anto menawarkan jasa percetakan brosur, undangan, kartu nama, dan banner kepada warga sekitar. Ia pun door-to-door mencari pelanggan, bahkan menjemput file desain ke rumah pelanggan yang tidak memiliki akses internet.
Awal usaha tidaklah mudah. Anto seringkali rugi karena mesin sering bermasalah dan pelanggan yang masih sedikit. Namun, Anto tidak menyerah. Ia memanfaatkan media sosial untuk promosi, memberikan diskon pada pelanggan pertama, dan selalu mengutamakan pelayanan ramah. Dari mulut ke mulut, nama Anto Printing mulai dikenal.
Kesuksesan Anto berpangkal pada semangat inovasi. Setelah tiga tahun berjalan, Anto berhasil membeli mesin cetak digital yang lebih canggih. Ia juga merekrut dua karyawan dan menambah layanan cetak foto, sablon kaos, dan percetakan buku. Dengan layanan cepat dan kualitas yang terjamin, pelanggan Anto Printing semakin bertambah.
Berkat inovasi-inovasi tersebut, pada akhir 2018, Anto Printing memiliki lebih dari 20 karyawan dan membuka dua cabang baru di Sampit dan Pangkalan Bun.
Perjalanan Anto tidak lepas dari tantangan besar. Di tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda. Usaha percetakan di Kalimantan Tengah tertekan karena banyak event dibatalkan dan permintaan turun drastis. Anto berpikir cepat, ia menawarkan layanan cetak masker kain dan produk-produk kebutuhan kesehatan. Selain itu, Anto Printing menyediakan layanan cetak bahan edukasi untuk sekolah daring, sehingga tetap dapat bertahan dan membantu masyarakat.
Kunci keberhasilan Anto antara lain adalah:
Anto Printing tidak hanya membawa keuntungan ekonomi bagi Anto Sastrowiyono, tetapi juga memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar. Usaha ini membuka lapangan kerja bagi generasi muda yang belum memiliki pengalaman, serta mendukung UMKM dan pelaku usaha lokal dalam branding dan promosi.
Anto Printing rutin kerja sama dengan sekolah, membantu memfasilitasi pendidikan dan menyediakan buku-buku serta materi edukatif. Hal ini dinilai sangat bermanfaat bagi pengembangan SDM di Kalimantan Tengah.
Kisah Anto Sastrowiyono adalah bukti bahwa kesuksesan bisa diraih siapa saja, asalkan tidak menyerah terhadap keadaan dan terus berinovasi. Anto sering berbagi pengalaman di berbagai komunitas dan sekolah mengenai pentingnya memulai usaha dari hal kecil, serta membangun jaringan yang luas.
Dalam setiap kesempatan, Anto berpesan, "Jangan takut memulai, meski dari nol. Kerja keras, doa, dan kejujuran adalah kunci utama. Semua orang punya kesempatan sukses, asal mau terus belajar dan beradaptasi."
Kisah Anto Sastrowiyono dan Anto Printing adalah kisah inspiratif dari Kalimantan Tengah, tentang bagaimana perjuangan dari bawah, inovasi, dan pelayanan prima dapat membawa sebuah bisnis bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Anto tidak hanya membuktikan diri sebagai pengusaha sukses, tapi juga menjadi teladan bagi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda, untuk tetap optimis dan berkarya.
Saat ini, Anto Printing menjadi salah satu percetakan terkemuka di Kalimantan Tengah, dan Anto Sastrowiyono terus berkomitmen untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga kisah ini dapat memotivasi dan mengilhami kita semua untuk meraih keberhasilan di bidang apapun yang kita tekuni.