Berbisnis di era digital saat ini tak selamanya mudah, terutama bagi para perempuan muda yang ingin membangun kerajaan usaha mereka sendiri di daerah. Namun, kisah Devina Kartika, seorang pengusaha muda asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membuktikan bahwa ketekunan, kreativitas, dan semangat pantang menyerah mampu mendobrak batasan dan membawa keberhasilan. Melalui merek Devina Hijab Shop, Devina telah menginspirasi banyak perempuan Kalimantan, bahkan hingga ke luar daerah, untuk berani memulai usaha dari nol.
Devina Kartika memulai usahanya pada awal tahun 2018, saat ia masih menjadi mahasiswi di salah satu universitas di Kalimantan Tengah. Ia melihat kebutuhan akan hijab yang berkualitas dan terjangkau di daerahnya, namun pilihan yang tersedia saat itu sangat terbatas. Berbekal modal kecil dari hasil menabung dan sedikit pinjaman dari orang tua, Devina memberanikan diri membuka toko online sederhana melalui media sosial Instagram dan WhatsApp.
Pada awalnya, ia hanya menjual beberapa model hijab instan dan pashmina dari produsen di Kota Bandung dan Jakarta. Pelanggannya adalah teman-teman kampus dan para ibu muda sekitar lingkungannya. “Saya dulu mengantar langsung ke rumah pelanggan, bahkan sering naik motor sendiri melewati hujan dan panas,” kenang Devina sambil tersenyum.
Perjalanan Devina tentunya tidak berjalan mulus. Ia pernah mengalami pesanan yang sepi berbulan-bulan, barang dagangan tidak laku, dan stok menumpuk. Ditambah lagi, kompetisi dengan toko-toko online lain yang juga menjual hijab serupa semakin ketat. Namun, Devina tak pernah berhenti belajar, bahkan mengikuti berbagai kelas wirausaha online, workshop pemasaran digital, hingga memperluas jaringan ke komunitas pengusaha muslimah Kalimantan Tengah.
Salah satu tantangan terberat adalah mengedukasi pasar tentang pentingnya hijab yang berkualitas, bukan sekadar murah. Tak jarang ia harus menjelaskan langsung kepada calon pembeli mengenai bahan, cara perawatan, hingga menampilkan tutorial mix and match hijab melalui video sederhana yang ia buat sendiri.
Kunci sukses Devina terletak pada kemampuannya membaca kebutuhan pasar. Tak hanya menjual produk milik supplier, sejak tahun 2020, Devina mulai merancang koleksi hijab sendiri dengan brand “Devina Hijab.” Ia menggandeng penjahit lokal dan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya. Kini, koleksi Devina Hijab Shop meliputi hijab instan, pashmina, bergo, dan scarf dengan motif etnik Kalimantan.
Upaya dan inovasi Devina membuahkan hasil gemilang. Dalam waktu empat tahun, omzet Devina Hijab Shop meningkat signifikan, bahkan pernah menembus penjualan lima ribu produk dalam satu bulan saat Ramadan. Devina juga beberapa kali diundang sebagai pembicara dalam seminar kewirausahaan perempuan dan menjadi mentor bisnis untuk UMKM di Palangka Raya.
Pada tahun 2022, Devina Hijab Shop meraih penghargaan sebagai “UMKM Inspirasi Kalimantan Tengah” dari Pemerintah Kota Palangka Raya, serta menjadi finalis ajang Womenpreneur Award tingkat nasional. Produk hijab etnik Dayak yang ia rintis bahkan telah dikirim ke beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. “Saya ingin produk Kalimantan juga dikenal dan mengangkat kearifan lokal kita dalam dunia fashion muslim,” ujar Devina.
Salah satu misi besar yang selalu dipegang Devina adalah pemberdayaan perempuan lokal. Saat ini, ia telah memberdayakan lebih dari 15 ibu rumah tangga dan perempuan muda sebagai penjahit, admin sosial media, hingga kurir pengantaran di Palangka Raya. Tak hanya itu, ia rutin menggelar pelatihan keterampilan dasar menjahit dan pemasaran online bagi masyarakat sekitar secara gratis.
Kehadiran Devina Hijab Shop bukan hanya sebagai toko busana muslimah, namun sebagai penggerak ekonomi kreatif perempuan di Kalimantan Tengah. Devina pun berharap agar lebih banyak perempuan berani keluar dari zona nyaman, memanfaatkan teknologi digital, dan membangun bisnis dari potensi lokal.
Kisah Devina Kartika dan Devina Hijab Shop adalah bukti nyata bahwa kesuksesan bisa diraih dari mana saja, termasuk dari pelosok daerah seperti Kalimantan Tengah. Semangat, inovasi, dan pemberdayaan perempuan menjadi fondasi utama dalam membangun usaha yang tak hanya memberi keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Semoga kisah inspiratif ini memberikan motivasi bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia bisnis, terutama bagi perempuan muda yang ingin berkarya dari daerahnya sendiri. Karena setiap langkah kecil, jika dijalani dengan tekun dan ikhlas, niscaya akan membuka jalan menuju impian yang lebih besar.