Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, khususnya di sektor kehutanan dan perkayuan. Kisah Ferry Wiratama bersama perusahaan PT. Kayu Palangka Sejahtera merupakan salah satu inspirasi bagi banyak pengusaha lokal yang ingin mengembangkan potensi daerah.
Ferry Wiratama adalah seorang putra daerah yang sejak masa muda telah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia bisnis, khususnya di bidang pengelolaan kayu. Latar belakang keluarga dan pendidikan membuat Ferry memahami betapa pentingnya pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pada tahun 2008, Ferry memutuskan untuk mendirikan PT. Kayu Palangka Sejahtera di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dengan modal awal yang tidak besar, ia merintis perusahaan pengolahan kayu yang berbasis pada pemanfaatan hutan secara lestari serta melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja utama.
Di tengah tantangan pengelolaan hutan dan persaingan bisnis perkayuan, Ferry mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia memanfaatkan teknologi modern untuk proses pengolahan kayu, memastikan kualitas kayu terbaik yang dihasilkan, serta efisiensi produksi.
Kerjasama dengan pemerintah daerah dan LSM lingkungan juga menjadi kunci sukses Ferry. Ia selalu memastikan bahwa setiap proses penebangan pohon sudah memperoleh izin resmi dan dilakukan secara selektif, agar kelestarian hutan tetap terjaga.
Ferry Wiratama tidak hanya berfokus pada pertumbuhan perusahaan, namun juga pada pemberdayaan masyarakat desa di sekitar kawasan operasional. PT. Kayu Palangka Sejahtera kini mempekerjakan lebih dari 200 warga lokal, menyediakan pelatihan, dan mendukung pendidikan serta fasilitas kesehatan.
Salah satu program unggulan adalah "Sekolah Kayu", tempat anak muda belajar tentang pengolahan kayu, teknik pemeliharaan hutan, serta mengembangkan keterampilan entrepreneurship. Banyak alumni program ini yang akhirnya bekerja di perusahaan atau membuka usaha sendiri.
Perusahaan juga rutin mengadakan program sosial seperti pembangunan infrastruktur desa, penyediaan air bersih, dan bantuan sembako untuk penduduk yang membutuhkan.
Dengan kualitas produk yang baik, PT. Kayu Palangka Sejahtera berkembang pesat dalam waktu kurang dari satu dekade. Produk kayu olahan dari perusahaan ini telah menembus pasar nasional dan mulai merambah ekspor ke Asia Tenggara.
Dukungan dari pemerintah provinsi juga mendorong Ferry untuk memperluas investasi dan membuka pabrik baru di beberapa kabupaten Kalimantan Tengah.
Ferry juga dikenal sebagai sosok yang aktif berbagi pengalaman dan menjadi mentor bagi pengusaha muda lokal melalui seminar dan workshop bisnis di lingkungan kampus dan komunitas desa.
Mengelola perusahaan kayu di Kalimantan Tengah bukan tanpa hambatan. Ferry menghadapi berbagai tantangan mulai dari keterbatasan infrastruktur, birokrasi perizinan, hingga isu lingkungan. Namun dengan tekad dan kolaborasi, ia mampu mencari solusi inovatif.
Ferry juga sering mediasi dengan masyarakat adat untuk memastikan operasional perusahaan tidak mengganggu wilayah sakral atau sumber kehidupan lokal. Ia selalu percaya bahwa dialog dan pendekatan humanis adalah kunci menjaga harmoni antara industri dan masyarakat.
Ferry Wiratama bercita-cita menjadikan PT. Kayu Palangka Sejahtera sebagai model bisnis perkayuan berkelanjutan di Indonesia. Visi utama adalah memanfaatkan kekayaan alam secara bertanggung jawab, mengedukasi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tanpa merusak ekosistem.
“Kami ingin PT. Kayu Palangka Sejahtera bukan sekadar perusahaan, tetapi juga menjadi agen pembangunan bagi Kalimantan Tengah dan inspirasi bagi generasi muda,” ujar Ferry dalam salah satu wawancara lokal.
Kisah Ferry Wiratama dan PT. Kayu Palangka Sejahtera adalah contoh nyata bahwa visi, kerja keras, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat membawa kesuksesan. Di tangan Ferry, perusahaan bukan hanya alat mencari keuntungan, namun juga sarana pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam.
Melalui inovasi, edukasi, serta kolaborasi, Ferry membuktikan bahwa pengusaha perkayuan lokal bisa bersaing di pasar nasional bahkan global, sekaligus menjaga kearifan lokal dan kelestarian hutan Kalimantan Tengah. Semoga kisah sukses ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk membangun usaha yang berdampak positif bagi bangsa dan lingkungan.