Dalam dunia usaha kuliner yang semakin kompetitif, banyak kisah inspiratif yang lahir dari perjuangan dan dedikasi pantang menyerah. Salah satunya adalah kisah sukses Okti Wahyuni, seorang perempuan pengusaha asal Kalimantan Tengah yang berhasil membangun brand Okti Crepes menjadi salah satu usaha kuliner lokal yang dikenal luas di daerahnya. Keberhasilannya bukan diraih dalam semalam, melainkan melalui perjalanan panjang, penuh tantangan, namun juga sarat makna dan pembelajaran bagi banyak orang.
Okti Wahyuni memulai usahanya pada tahun 2015, ketika ia baru saja menjadi ibu rumah tangga. Berbekal ketertarikannya pada dunia kuliner, ia mencoba beberapa resep jajanan kekinian untuk keluarga. Suami Okti, yang selalu mendukung, menyarankan agar ia mulai berjualan jenis makanan yang belum banyak dijual di Palangka Raya saat itu, yaitu crepes.
Awalnya, modal yang dimiliki sangat terbatas. Dengan uang tabungan sekitar satu juta rupiah, Okti membeli alat crepes sederhana, bahan baku seadanya, dan mulai belajar membuat crepes dari resep yang ia cari di internet. Produk pertamanya belum sempurna, tetapi berkat kegigihannya terus mencoba, akhirnya ia menemukan resep dan teknik pembuatan crepes dengan tekstur renyah dan aroma wangi, yang menjadi ciri khas Okti Crepes.
Berbeda dengan sekarang, saat itu masyarakat Palangka Raya belum akrab dengan makanan ringan asal Prancis ini. Okti tak putus asa. Ia membagikan sampel gratis kepada tetangga dan keluarga, kemudian mulai menerima pesanan kecil-kecilan untuk berbagai acara arisan dan ulang tahun. Dari pengalaman ini, ia mendapatkan masukan berharga untuk terus memperbaiki rasa dan tampilan crepes buatannya.
Perlahan, pesanan pun semakin banyak datang. Keunggulan Okti Crepes bukan hanya pada rasanya yang renyah dan pilihan topping yang variatif, tetapi juga pada pelayanan ramah dan harga terjangkau. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Okti berani membuka gerai kecil di pinggir jalan yang ramai di sekitar lingkungan sekolah dan perkantoran.
Tentu saja, perjalanan Okti Wahyuni tidak selalu mulus. Ia beberapa kali mengalami kesulitan, misalnya ketika alat produksi rusak, harga bahan baku naik, hingga tantangan menemukan pegawai yang jujur dan cekatan. Namun, justru dari tantangan itu ia belajar banyak hal. Okti ikut serta dalam pelatihan UMKM yang diadakan pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperluas jaringan bisnis dan menambah wawasan.
Tidak hanya menjual crepes rasa manis seperti cokelat, keju, dan pisang, Okti pun mengembangkan inovasi crepes asin dengan isian sosis, telur, dan sayur, sesuai dengan selera masyarakat lokal. Ia juga membuat varian crepes mini untuk anak-anak sekolah dengan harga lebih murah. Inovasi tersebut membuat Okti Crepes semakin diminati dan dikenal luas.
Berkat konsistensi dan kualitas produk yang terjaga, pada tahun 2019 Okti Crepes sudah memiliki tiga cabang di berbagai lokasi strategis di Palangka Raya. Bahkan di pertengahan 2020, ia mulai menerima kemitraan untuk membuka usaha Okti Crepes di beberapa kota kabupaten di Kalimantan Tengah, seperti Sampit dan Kuala Kapuas.
Dalam perkembangannya, Okti tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusi sosial melalui pelatihan membuat crepes untuk ibu-ibu rumah tangga, serta membuka kesempatan kerja bagi pemuda sekitar.
Melihat tren pemasaran digital yang semakin pesat, Okti memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan Okti Crepes ke masyarakat luas. Ia rajin membagikan konten seputar aktivitas produksi, promo menarik, hingga testimoni pelanggan di Instagram dan Facebook. Selama pandemi, strategi ini sangat membantu untuk tetap mempertahankan omzet, meski pelanggan tidak banyak yang datang ke gerai fisik.
Selain itu, Okti memanfaatkan kerja sama dengan aplikasi pemesanan makanan online, sehingga semua produk Okti Crepes bisa dinikmati masyarakat di rumah masing-masing. Inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan selama masa-masa sulit.
Atas kegigihannya, Okti Wahyuni dan bisnis Okti Crepes telah mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain:
Keberhasilan ini semakin memotivasi Okti untuk terus berinovasi dan memberikan inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan yang ingin mandiri secara ekonomi.
Menurut Okti Wahyuni, tidak ada rahasia khusus dalam meraih kesuksesan kecuali niat yang kuat, kerja keras, dan kemauan belajar terus-menerus. Ia juga selalu memegang komitmen terhadap kualitas produk dan pelayanan, serta senantiasa menjaga silaturahmi dengan pelanggan dan sesama pelaku usaha.
Disiplin, kejujuran, dan inovasi menjadi kunci utama agar brand Okti Crepes dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis kuliner yang sangat dinamis.
Okti Wahyuni berharap kisah perjalanannya membangun Okti Crepes bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda di Kalimantan Tengah dan Indonesia pada umumnya. Ia berpesan agar jangan pernah takut bermimpi dan mencoba hal baru, meski hanya dimulai dari kecil dan sederhana. Menurutnya, usaha yang konsisten dan ditekuni dengan hati akan membawa hasil yang memuaskan, selama mau belajar dan tidak menyerah pada rintangan.
Dengan semangat pantang menyerah, dedikasi, serta pemanfaatan peluang digital, siapapun bisa meraih kesuksesan seperti Okti Wahyuni dan Okti Crepes yang kini telah menjadi salah satu ikon kuliner kreatif di Kalimantan Tengah.