Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, melainkan juga dengan kisah inspiratif para pengusaha lokal yang mampu membawa perubahan bagi komunitasnya. Salah satu kisah sukses yang memberikan inspirasi banyak orang adalah perjalanan Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro. Dua tokoh ini telah menjadi simbol ketekunan, inovasi, dan semangat pantang menyerah dalam membangun usaha agribisnis di daerah yang penuh tantangan.
Sayuti Rahman lahir dan besar di Kalimantan Tengah. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian tradisional. Sejak usia muda, Sayuti sudah membantu kedua orang tuanya di ladang. Pengalaman itu membekali dirinya dengan pengetahuan dasar pertanian sekaligus memahami betapa sulitnya hidup di pedalaman Kalimantan Tengah.
Setelah menamatkan sekolah menengah, Sayuti sempat bekerja sebagai pegawai swasta di Palangkaraya. Namun, ia merasa hidupnya kurang bermakna. Hati kecilnya selalu terpanggil untuk kembali ke desa dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat petani di sekitarnya.
Pada tahun 2008, Sayuti Rahman memutuskan untuk memulai usaha agribisnis dengan modal seadanya. Ia membeli lahan di desa tempatnya lahir dan mulai menanam jagung serta singkong. Dalam perjalanannya, tidak sedikit hambatan yang harus ia hadapi. Mulai dari keterbatasan modal, akses pasar yang sulit, hingga tantangan alam berupa cuaca ekstrem dan hama.
Ketekunan dan dedikasinya membuahkan hasil. Sayuti tidak hanya sebatas menanam tetapi juga mulai memikirkan cara meningkatkan nilai tambah produk hasil pertanian. Ia belajar bagaimana mengolah jagung menjadi tepung dan berbagai olahan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dari sini, usahanya mulai berkembang.
Sayuti Enduro adalah sahabat lama Sayuti Rahman yang juga memiliki jiwa kewirausahaan tinggi. Berbeda latar belakang, Enduro berasal dari keluarga nelayan dan memiliki pengalaman di bidang pemasaran. Keduanya bertemu secara tidak sengaja saat mengikuti pelatihan UMKM di Palangkaraya tahun 2011.
Pertemuan tersebut menjadi awal kolaborasi mereka. Sayuti Enduro memiliki visi memperluas pemasaran produk tani lokal, sedangkan Sayuti Rahman fokus pada produksi dan kualitas. Dengan pemahaman yang saling melengkapi, mereka membentuk usaha bersama bernama "Sayuti Agro Mandiri".
Untuk meningkatkan daya saing, keduanya menerapkan berbagai strategi inovatif, seperti:
Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro memahami bahwa tantangan terbesar di Kalimantan Tengah adalah akses transportasi dan pemasaran. Mereka fokus mengembangkan jaringan pemasaran melalui media sosial dan marketplace online. Perlahan tapi pasti, permintaan produk mereka mulai meningkat hingga ke luar daerah seperti Jakarta dan Surabaya.
Kisah sukses mereka tidak sekadar prestasi pribadi, melainkan membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat sekitar. Lebih dari 50 kepala keluarga di desa mereka kini terlibat langsung dalam produksi dan distribusi produk. Kesejahteraan pun meningkat, terbukti dengan adanya peningkatan pendapatan dan pengurangan angka pengangguran.
Usaha Sayuti Agro Mandiri juga menjadi contoh bagi pemuda desa lainnya untuk berani bermimpi dan memulai usaha. Banyak dari mereka yang sebelumnya merantau ke luar daerah kini memilih tinggal dan membangun bisnis di kampung halaman.
Selain dampak ekonomi, Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro juga aktif dalam edukasi mengenai pertanian sehat dan ramah lingkungan. Mereka memperkenalkan konsep pertanian organik dan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah.
Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Beberapa tantangan utama yang pernah dialami antara lain:
Namun, Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro terus belajar dan beradaptasi. Mereka aktif mengikuti pelatihan, mencari solusi berbasis teknologi, dan menggandeng pihak ketiga untuk membantu pemasaran serta logistik.
Kinerja mereka mulai mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan berbagai pihak. Pada tahun 2018, Sayuti Agro Mandiri menerima penghargaan dari Pemprov Kalimantan Tengah sebagai UMKM inspiratif. Selain itu, kisah mereka menjadi sorotan media lokal dan nasional dan beberapa kali diundang sebagai pembicara seminar kewirausahaan.
Penghargaan tersebut semakin memotivasi mereka untuk terus berinovasi dan memperluas bisnis, bahkan sampai merambah sektor perikanan dengan membangun kolam budidaya ikan di desa.
Bagi para pemuda dan calon pengusaha di daerah, Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro membagikan beberapa tips:
Di masa depan, Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro berencana memperluas bidang usaha dengan mengembangkan produk organik dan olahan pangan sehat. Mereka juga ingin membangun komunitas pelaku usaha muda di Kalimantan Tengah, sehingga semakin banyak generasi penerus yang memiliki jiwa kewirausahaan.
Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci, termasuk pemerintah, swasta, dan organisasi pendidikan. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, mereka percaya Kalimantan Tengah bisa menjadi pusat agribisnis dan UMKM nasional yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
Kisah sukses Sayuti Rahman dan Sayuti Enduro merupakan bukti nyata bahwa ketekunan, inovasi, dan kerja sama dapat membawa perubahan besar bahkan di lokasi yang jauh dari pusat kota. Dengan modal kerja keras dan semangat memajukan daerah, mereka mampu menjadi teladan bagi generasi muda Kalimantan Tengah.
Perjalanan mereka adalah inspirasi bahwa transformasi ekonomi di pinggiran negeri bisa dimulai dari satu langkah kecil yang dikerjakan bersama-sama. Semoga kisah ini dapat memberi motivasi kepada siapapun yang ingin membangun usaha dan memberikan dampak positif di lingkungan tempat tinggalnya.