Di tengah hiruk-pikuk perkembangan budaya dan pendidikan di Indonesia, terdapat sebuah nama yang telah memberi warna berbeda pada dunia seni musik di Kalimantan Tengah. Nama itu adalah Yani Supriyadi, seorang musisi, pendidik, dan motivator yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan musik anak-anak dan remaja melalui Sekolah Musik Yani. Kisah perjalanan Yani Supriyadi dan keberhasilan sekolah musiknya bukan hanya tentang pengajaran seni, tetapi juga tentang perjuangan, impian, dan memberi inspirasi bagi masyarakat luas di Kalimantan Tengah.
Yani Supriyadi lahir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dari keluarga sederhana yang sangat mencintai seni. Ayahnya seorang guru sekolah dasar, sedangkan ibunya adalah penjahit rumahan. Dari ibunya, Yani mendapatkan pelajaran berharga tentang kesabaran dan kerja keras, sementara dari ayahnya ia belajar kecintaan pada dunia pendidikan.
Ketertarikan Yani terhadap musik tumbuh sejak kecil. Saat berusia 9 tahun, Yani mulai belajar bermain gitar dari ayahnya yang juga seorang musisi amatir. Dari situlah bibit-bibit kecintaan terhadap musik mulai tumbuh. Namun, akses ke pendidikan musik formal saat itu sangat minim di Kalimantan Tengah, terutama di kota-kota kecil. Yani sering merasa iri melihat teman-temannya di kota-kota besar yang mendapat kesempatan belajar musik secara profesional.
Setelah lulus SMA, Yani melanjutkan pendidikan di sebuah universitas di Yogyakarta jurusan pendidikan musik. Perjalanan pendidikannya penuh tantangan; ia harus bekerja paruh waktu sebagai guru les privat dan musisi kafe demi membiayai kuliahnya. Namun, kecintaannya terhadap musik dan tekad untuk kembali ke kampung halaman membuat semangatnya tak pernah padam.
Pada tahun 2010, Yani kembali ke Palangka Raya usai menamatkan studinya. Ia mulai mengajar musik secara privat di rumah-rumah penduduk. Lambat laun, reputasinya sebagai pengajar musik menyebar hingga ia memiliki cukup banyak murid. Melihat antusiasme dan kebutuhan masyarakat, pada 2012 ia resmi mendirikan Sekolah Musik Yani di sebuah ruangan sederhana di rumah orang tuanya.
Mendirikan sekolah musik di Kalimantan Tengah bukan tanpa hambatan. Yani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan alat musik, minimnya dukungan finansial, hingga anggapan sebagian masyarakat bahwa musik kurang penting dibandingkan pelajaran akademis lainnya.
Namun dengan konsistensi, Yani membuktikan bahwa musik dapat menjadi wahana edukasi karakter dan pengembangan diri yang sangat efektif. Dia tak segan mencari bantuan dari berbagai lembaga, mengadakan konser amal, hingga menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat untuk mendapatkan fasilitas penunjang. Lambat laun, Sekolah Musik Yani pun semakin berkembang dan menjadi rujukan utama bagi masyarakat di Palangka Raya dan sekitarnya.
Salah satu kunci sukses Sekolah Musik Yani adalah pemberdayaan guru-guru lokal. Yani secara rutin mengadakan pelatihan bagi para guru, membekali mereka dengan metode pengajaran yang inovatif dan menyenangkan. Guru-guru yang dilatihnya bahkan ada yang kini mendirikan kelas musik di kampung-kampung kecil, memperluas pengaruh dan manfaat pendidikan musik.
Berkat kegigihan Yani Supriyadi, Sekolah Musik Yani kini telah mencetak ribuan alumni yang tersebar di Kalimantan Tengah dan daerah lainnya di Indonesia. Banyak di antara lulusan sekolah ini yang berhasil menjuarai kompetisi musik tingkat daerah, provinsi, bahkan nasional. Tak hanya melahirkan musisi, sekolah ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, percaya diri, dan kerja sama pada para siswanya.
Beberapa pencapaian Sekolah Musik Yani di antaranya:
Keberadaan Sekolah Musik Yani membawa dampak positif tidak hanya secara personal bagi siswa, tetapi juga secara sosial. Banyak siswa yang pada awalnya pemalu dan sulit bergaul kini mampu tampil percaya diri di panggung. Bahkan, beberapa alumni telah menjadi guru musik, membangun komunitas musik sendiri, serta berkiprah di bidang seni dan pendidikan.
Kisah sukses Yani Supriyadi juga menginspirasi banyak orang tua untuk memberi kesempatan anak-anaknya mengeksplorasi minat dan bakat di bidang musik. Ia membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademis, tapi juga tentang pembentukan karakter yang kuat, kreativitas, dan keberanian bermimpi.
Bagi Yani, membangun Sekolah Musik Yani hanyalah awal. Ia bermimpi suatu hari dapat mendirikan pusat pendidikan musik yang lebih besar dan lengkap di Kalimantan Tengah, bahkan di seluruh Indonesia. Ia ingin membangun pusat pertunjukan seni, menyediakan beasiswa untuk anak-anak berbakat dari keluarga kurang mampu, serta mengembangkan kurikulum yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah umum.
Kisah perjalanan Yani Supriyadi dan Sekolah Musik Yani adalah bukti nyata bahwa dengan ketekunan, dedikasi, dan cinta pada dunia pendidikan, siapa pun bisa memberikan perubahan nyata bagi lingkungan sekitar. Dari ruang tamu rumah sederhana hingga panggung-panggung pertunjukan besar, impian Yani telah melahirkan ribuan inspirasi, membuktikan bahwa Kalimantan Tengah punya segudang talenta yang siap berkarya di tingkat nasional bahkan internasional.
Jika Anda berada di Kalimantan Tengah dan memiliki passion di bidang musik, Sekolah Musik Yani adalah tempat terbaik untuk merangkai mimpi, belajar, dan tumbuh bersama.